KODE CHATBOX

Powered by : Rumah Technology

5.31.2012

Cara Memasang Aquarium Sekaligus Memberi Makan Ikan Di Blog



Untuk Teman-teman yang ingin membuat Blog nya terlihat Indah, maka jangan tinggalkan cara yang satu ini, ini membuat kita seperti tinggal dirumah sendiri,, Kurang jelas dengan judul di atas, maksudnya kita bisa memberi makan ikan-ikan di blog dengan Mengarahkan cursor mouse ke kotak aquarium lalu di klik, maka secara otomatis kita memberi makanan ke ikan-ikan itu,,

Ikutin aja langkah-langkah dibawah ini,, Caranya gampang koq

1. Pertama-tama Klik Disini untuk mengujungi Alamatnya
2. Setelah Masuk Ke alamat itu Cari kode Html/Javasciptnya
3. Copy - Paste Kodenya
4. Langkah Selanjutnya masuk ke blog Anda
5. Buka Tata Letak setelah itu Klik Elemen Halaman
6. Klik tambah Gedged pilih/klik menu HTML/Javascript
7. Klik Save
8. Dan Lihat hasilnya…

Membuat Widget Category Blogspot

Widged category mempunyai peran penting dalam blog, karena dengan adanya category di dalam suatu blog, akan dapat memudahkan pengelompokan artikel dalam blog tersebut, sehingga dapat pula memudahkan para pembaca/pengunjung dalam memilih artikel yang ingin mereka baca berdasarkan category atau klasifikasi artikel dalam blog. Selain itu, blog dengan adanya widged category akan terlihat lebih profesional, untuk itu kita wajib dan harus memasang widged ini pada blog kita.

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk membuat widged category atau label dalam blog yaitu tag clouds, comulus clouds, labels (standar dari blogger).Uya disini lebih suka menggunakan Labels standard dari blogger karena tag clouds dan cumulus clouds cukup merepotkan ( harus hack dengan code-code yang cukup memusingkan, karena belum terintregrasi di blogger.com....pusing banget pokoknya) selain itu kedua cara tersebut juga menggunakan javascript dan flash yang dapat membuat loading page menjadi agak lama. 

Kali ini saya akan coba sharing bagaimana membuat widged category yang tentunya menggunkan labels standard blogger(tentunya saya khususkan kepada anda yang memang belum menaruh category diblog berplatform blogspot anda).
Untuk membuat labels (category) silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini :
  • Login ke account blogger anda
  • Pilih layout >tata letak> add gadget pada sidebar anda untuk membuat elemen halaman baru
  • Pilih Label, perhatikan gambar di bawah ini: 






  • Pada Title dapat anda isi dengan judul widget anda, misal: kategori, daftar isi, dsb. Pada pilihan sorting anda bisa memilih Alphabetically untuk mengatur labels anda secara abjad dan By Frequency untuk mengatur labels anda darijumlah artikel terbanyak. 
  • dan langkah terakhir tentu saja SAVE dan silahkan lihat hasilnya.

Dan setelah anda lihat blog anda, tentu saja belum ada isi dari labels yang telah anda buat tadi. Karena memang artikel-artikel yang telah anda buat belum anda klasifikasikan pada kategori tertentu, untuk itu anda harus mengedit semua artikel anda. caranya anda tinggal masuk ke menu posting > edit posts lalu edit satu persatu artikel yang anda buat dan masukkan isi kategori (misal: zona blogging, seo, dsb) anda pada Labels for this post: kotak di bawah kanan dan setelah anda isi, kemudian tinggal anda publish. anda bisa mengisi lebih dari satu kategori dengan memisahkannya dengan menggunakan tanda koma ","(tanpa tanda petik). Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut:




Oya, jangan lupa untuk selalu memberi labels ketika posting artikel agar artikel kita dapat terklasifikasikan dengan baik... good luck kawan...??

5.30.2012

Cara Memasang Jam Di Blog









Mungkin dulu aku belum tahu dunia blog, dan masih asing dengan cara pasang jam pada blog, eh ternyata setelah browsing dan belajar blog, hal itu dapat dilakukan dengan mudah. Di posting blog kali ini, aku mau ngasih tutorial Cara Memasang Jam Di Blog. Caranya sih mudah, tapi perlu diketahui, terkadang memasang jam di blog membuat blog menjadi berat loadingnya. Dan juga terkadang kecepatan loading blog menjadi berkurang. Penasaran pengen tahu cara memasangnya ?Nah kurang lebih tampilan jam yang aku jadikan contoh, sebagai berikut :



Langkah - langkah membuat / memasang jam pada blog :
1. Login ke blog
2. Pilih design / rancangan
3. Tambah Elemen / Add Gadget
4. Copy paste kode di bawah ini
==================================================
<script src="http://www.clocklink.com/embed.js"></script><script type="text/javascript" language="JavaScript">obj=new Object;obj.clockfile="0008-blue.swf";obj.TimeZone="JOG";obj.width=150;obj.height=150;obj.wmode="transparent";showClock(obj);</script>
==================================================
5. Save, dah jadi kan..
CATATAN : jika kawan - kawan pengen model jam yang lebih bermacam- macam, kunjungi saja :
http://www.clocklink.com/
- Di menu galeri pilih model jam yang sesuai selera kamu, 
- Pilih jam kamu, dengan menekan tombol "View HTML Tag"
- Tekan tombol accept, sebagi persetujuan
- Setting zona waktu jam, yang sesuai dengan tempat kamu..
- Copy aja kode HTML nya...selesai kan

Cara Membuat Link Bergoyang Di Blog



cara membuat link bergoyang di blog
<script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.3.2/jquery.min.js' type='text/javascript'/>
<script type='text/javascript'>
$(document).ready(function() {
$(&#39;a&#39;).hover(function() { //mouse in
$(this).animate({ marginLeft: &#39;12px&#39; }, 400);
}, function() { //mouse out
$(this).animate({ marginLeft: 0 }, 400);
});
});</script>

5.29.2012

Cara daftar dan pasang iklan di tokobagus


Tokobagus.com merupakan salah satu situs iklan jual beli online yang banyak di gunakan oleh para pebisnis untuk melakukan promosi secara online dan pastinya gratis tanpa di pungut biaya, dan bagi anda yang belum tahu cara daftar dan pasang iklan di situs tokobagus.com berikut ini saya berikan sedikit tutorial cara daftar dan pasangan iklan di tokobagus.com

Cara daftar dan pasang iklan di tokobagus gratis

,
  1. Buka alamat www.tokobagus.com kemudian klik pasang iklan gratis seperti gambar di bawah ini
  2. kemudian isikan kategori utama untuk produk anda, kurang lebih ada sekitar 40 kategory silahkan pilih sesuai dengan kategori produk yang akan anda iklankan di tokobagus.com setelah pilih kategori utama kemudian ada sub kategori silahkan di isi setelah itu isi lagi dengan category yang bener benar sesuai dengan produk yang akan di iklankan kemudian isikan lokasi kita, setelah itu pilih tipe iklanya di paling bawah dan masukan alamat email kita kemudian klik lanjutkan
  3. kemudian pilih user name serta memilih propinsi dimana kita tinggal serta nomor telephone yang bisa di hubungi , seperti gambar berikut ini
  4. Masukan judul iklan semenarik mungkin agar para calon pembeli tertarik dengan iklan kita meskipun barang yang kita tawarkan sama, masukan harga serta kondisi barang tersebut, apakah baru, bekas,dsb, setelah itu masukan deskripsi barang yang akan kita jual sejelas mungkin maksimal 400 karakter, kemudian langakah terakhir upload foto barang yang akan kita promosikan di tokobagus.com melalui kotak yang ada di bawah, cara upload gambar ke tokobagus.com kita cukup klik logo pilih gambar kemudian kita cari gambar kita di mana kita simpan kemudian kita klik upload, dan kita tunggu prosesnya jika sudah selesai tinggal kita klik lanjutkan , seperti gambar berikut ini
  5. kemudian klik simpan dan untuk mengaktifkan iklan anda di tokobagus.com yang sudah anda buat silahkan membuka email dari pihak tokobagus kemudian lakukan aktifasi dan login ke akun tokobagus kita dan kemudian aktifkan iklan yang telah kita buat tadi seperti petunjuk berikut ini
Di email yang dikrimkan oleh pihak tokobagus.com tersebut akan berisi dengan password id anda untuk melakukan login di akun tokobagus.com dan untuk nantikan anda bisa membuat iklan baru disana, semoga sedikit tutorial cara daftar dan pasang iklan gratis di tokobagus.com ini bermanfaat,

5.28.2012

Masalah Komunikasi antar Proses dan Penjadwalan Batch


 

 

Yaitu suatu cara atau mekanisme pertukaran data, antara satu proses dengan proses lainnya, baik di dalam komputer yang sama, maupun antar beberapa komputer yang terhubung dalam suatu jaringan. IPC biasanya terjadi secara otomatis oleh program, namun user juga dapat melakukan IPC secara interaktif, misalnya dengan menggunakan clipboard dengan perintah cut, copy dan paste.
Adapun masalah-masalah yang dapat terjadi pada Komunikasi Antar Proses, antara lain: Dining Philosophers Problem, Readers-Writers Prxoblem dan Sleeping Barber Problem.

Dining Philosophers Problem

Pada tahun 1965, Edsger Dijkstra membuat sebuah eksperimen, dimana terdapat 5 komputer yang berlomba untuk mengakses 5 shared tape drive. Kemudian masalah pada percobaan ini diangkat oleh Tony Hoare dengan nama Dining Philosophers Problem.

Masalah

Pada masalah Dining Philosophers ini, beberapa proses dianalogikan sebagai 5 orang yang berkumpul pada sebuah meja makan dengan masing-masing makanan mereka yang telah disediakan. Pada dasarnya, setiap orang hanya dapat melakukan dua hal dan hanya satu pada satu waktu, memakan dan/atau menunggu. Terdapat pula 5 buah sumpit (bukan 5 pasang) diantara setiap piring makanan, yang merupakan analogi dari shared resources.

Agar seseorang dapat makan, ia membutuhkan sepasang sumpit, dan hanya dapat mengambilnya dari sisi kiri atau sisi kanannya. Setiap orang tak pernah berbicara pada orang-orang yang lainnya, maka ada peluang yang sangat besar akan terjadi deadlock. Apabila seseorang telah mengambil sebuah sumpit, dan menunggu sumpit kedua yang sedang dipakai oleh orang lain, dan orang itu pula menunggu sumpit kedua yang sedang dipakai, dan seterusnya, hingga terjadi sebuah rantai dimana setiap keingingan orang-orang tersebut tidak dapat terpenuhi.

Masalah yang dihadapi oleh orang-orang di meja makan menjadi analogi masalah-masalah pada pemrograman komputer secara nyata, ketika program-program membutuhkan akses eksklusif kepada shared resources.

Solusi

A. Solusi Waiter: solusi sederhana ini dilakukan dengan mengadakan seorang waiter yang senantiasa mengawasi penggunaan sumpit di meja makan. Ketika empat buah (dua pasang) sumpit sedang dipakai, orang berikutnya yang ingin memakai sumpit harus meminta izin kepada sang waiter, yang hanya dapat diberi ketika salah satu sumpit telah selesai terpakai.

Contoh: Misalkan ke-lima orang tersebut dinamakan dari A sampai E secara berurutan. Ketika A dan C sedang makan, 4 buah sumpit sedang terpakai. B tidak memiliki kedua sumpit, dan D dan E memiliki satu buah sumpit diantara mereka. Apabila D ingin makan dan mengambil sumpit ke-lima, deadlock sangat mungkin terjadi. Maka waiter akan meminta D untuk menunggu, hingga pada saat salah satu sumpit telah selesai dipakai.

B. Solusi Hirarki Resource: pada intinya, resources (sumpit) di meja makan telah diberi susunan hirarki. Setiap permintaan orang terhadap sebuah sumpit harus dilakukan pada susunan tertentu, dan dikembalikan pada susunan sebaliknya. Dalam hal ini, setiap orang dapat mengambil sumpit dimanapun diatas meja. Misalkan setiap sumpit diberi nomor sebagai tingkat hirarki dari 1 sampai 5, seseorang hanya dapat mengambil sumpit dengan nomor yang paling rendah, kemudian mengambil sumpit yang setingkat lebih tinggi. Ketika ia hendak mengembalikannya, orang itu harus meletakkan sumpit dengan nomor yang lebih tinggi terlebih dahulu, lalu yang lebih rendah.

Contoh: Apabila empat dari lima orang ingin makan pada saat yang bersamaan dan mengambil sumpit ‘bernomor rendah’ mereka, hanya akan ada satu buah sumpit yang tersisa dengan nomor tertinggi, sehingga orang kelima tak dapat mengambil sumpit itu. Dari keempat orang yang memegang sumpit, hanya satu (pemegang sumpit nomor 4) yang memiliki akses ke sumpit nomor 5. Ketika ia telah selesai memakan, ia akan mengembalikan sumpit nomor 5 terlebih dahulu, kemudian sumpit nomor 4, hingga memberi kesempatan bagi orang lain untuk makan.

Readers-Writers Problem

Pada IPC, masalah readers-writers merupakan contoh masalah komputasi, berkaitan dengan kondisi-kondisi dimana terdapat banyak thread yang ingin mengakses shared memory yang sama, ada yang melakukan operasi reading, ada pula yang writing. Shared memory tidak memungkinkan threads untuk melakukan operasi reading atau writing, pada saat suatu thread sedang melakukan proses writing terlebih dahulu.
Masalah Pertama

Ketika sebuah proses R1 melakukan proses reading, dan proses R2 menginginkan akses ke shared memory yang sama, akan menjadi tidak efisien jika R2 menunggu R1 menyelesaikan proses reading-nya terlebih dahulu sebelum mengakses. Maka, R2 harus langsung memulai prosesnya. Ini adalah alasan dibalik masalah readers-writers yang pertama, dimana terbentuk syarat baru yaitu “tak ada reader yang harus menunggu apabila shared memory terbuka untuk proses reading”. Syarat ini juga disebut sebagai ‘Reader’s Preference’.

Masalah Kedua

Berdasarkan syarat yang dikembangkan dari masalah diatas, solusi tersebut belum optimal. Misalkan proses R1 sedang melakukan reading, proses W menunggu R1 selesai untuk melakukan operasi writing, dan proses R2 meminta akses. Sangat tidak efisien jika R2 langsung melakukan reading sebelum W melaksanakan proses writing-nya. Jika kasus ini terjadi berulang kali, W akan mengalami starvation. Oleh karena itu, W harus segera melakukan prosesnya apabila sudah ditambah di queue. Syarat baru yang dihasilkan yaitu “setiap writer yang telah masuk kedalam queue, tidak boleh dibiarkan menunggu lebih lama dari yang dibutuhkan”. Juga disebut sebagai ‘Writer’s Preference’.

Masalah Ketiga

Ternyata, kedua syarat hasil dari kedua masalah tidak menjamin bahwa starvation tak akan terjadi. Dari syarat pertama, memungkinkan writers untuk starve, dan syarat kedua dapat menyebabkan starvation untuk readers. Oleh karena itu, syarat ketiga sering diterapkan, yaitu “tak ada thread yang boleh mengalami starvation”. Hal ini dilakukan dengan menambahkan status pada setiap thread di queue. Status ini berubah menjadi ‘starving’, apabila thread di queue telah menunggu lebih lama dari waktu yang telah ditentukan. Jadi, mungkin terdapat reader yang harus menunggu walau memory telah terbuka untuk reading, dan mungkin pula writer harus menunggu lebih lama dari yang dibutuhkan. Pada dasarnya, solusi ini merupakan sebuah kompensasi dari kedua solusi diatas.

Sleeping Barber Problem

Masalah sleeping barber menganalogikan proses dimana seorang barber bertugas menggunting rambut pelanggan, dan beristirahat jika tak ada pelanggan yang menunggu.

Masalah

Sleeping barber problem berdasar pada suatu barber shop dan barber-nya. Si barber hanya memiliki satu buah kursi untuk menggunting rambut dan beberapa kursi di ruang tunggu. Pada saat si barber telah selesai menggunting rambut seorang pelanggan, ia akan berjalan menuju ruang tunggu untuk melihat keadaannya. Jika ada pelanggan yang menunggu, ia akan membawanya ke kursi dan memotong rambutnya. Jika tidak, ia akan kembali ke ruangannya, dan beristirahat.

Setiap pelanggan ketika datang ke barber shop tersebut, harus melihat keadaan si barber terlebih dahulu. Jika si barber sedang tidur, ia akan membangunkannya dan duduk di kursi. Jika si barber sedang memotong rambut, ia akan berjalan menuju ruang tunggu, duduk dan menunggu gilirannya.

Berdasarkan penjelasan sleeping barber diatas, kita dapat langsung berasumsi analogi tersebut bebas masalah dan barber shop milik si barber berfungsi sebagaimana mestinya. Namun masalah itu pun berasal baik dari barber, maupun pelanggan, yang melakukan task dengan durasi yang tak tentu.

Contoh: Apabila seorang pelanggan tiba di barber shop, ia akan melihat barber. Ternyata si barber sementara menggunting rambut pelanggan lainnya, maka pelanggan tersebut menuju ke ruang tunggu. Pada saat yang bersamaan, si barber selesai dan menuju ke ruang tunggu (si pelanggan belum sampai di ruang tunggu) dan melihat tak ada pelanggan yang menunggu. Ia akan kembali beristirahat. Si barber akhirnya menunggu pelanggan, dan si pelanggan menunggu si barber.

Contoh: Dua pelanggan tiba secara bersamaan, melihat si barber sedang bekerja dan melihat hanya ada satu kursi yang tersisa di ruang tunggu. Kedua pelanggan akan berlomba mendapatkan kursi tersebut.

Solusi

Semua contoh permasalahan diatas dapat di dipecahkan oleh adanya mutex (mutual exclusion) yang memberi sebuah batasan dimana hanya satu unsur (si barber, atau satu pelanggan) yang dapat berubah status pada satu waktu. Si barber harus mendapatkan mutex sebelum melihat keadaan ruang tunggu, dan melepaskannya sebelum menggunting rambut dan istirahat. Setiap pelanggan wajib mendapatkan mutex sebelum masuk ke barber shop, dan melepaskannya ketika ia duduk di ruang tunggu dan kursi barber.

Penjadwalan Batch (Batch/Job Scheduling)

Scheduling merupakan konsep utama dalam multitasking, sistem operasi multiprosesor dan sistem operasi real-time. Scheduling adalah cara/metode berbagai proses dilaksanakan pada CPU, dimana biasanya terdapat lebih banyak proses yang dijalankan daripada jumlah CPU yang tersedia. Hal ini diatur oleh software scheduler dan dispatcher.

Three-Level Scheduler

Sistem operasi biasanya memiliki 3 macam scheduler yang berbeda, berdasarkan frekuensi pengoperasian ketiga jenis scheduler tersebut.

Long-Term Scheduler

Long-term scheduler, atau admission scheduler , berfungsi menentukan jobs atau proses apa yang akan dimasukkan ke ‘ready queue’. Pada saat sebuah program hendak di-execute dan diletakkan dalam queue, scheduler ini dapat memilih untuk mengizinkannya, atau menundanya. Oleh karena itu, scheduler ini memutuskan proses-proses yang dapat jalan pada sistem, dan jumlah proses yang dapat berjalan pada satu waktu.

Pada sistem operasi modern, long-term scheduler digunakan untuk memastikan suatu proses ‘real-time’ mendapatkan perhatian cukup dari CPU untuk melaksanakan tugasnya. Tanpanya, GUI (Graphic User Interface) modern akan tampak sangat lamban.

Mid-Term Scheduler

Tugas mid-term scheduler yaitu mengambil suatu proses dari memory utama dan meletakkannya pada secondary memory (atau sebaliknya), secara temporary. Biasa juga dikenal dengan proses ‘swapping out’ dan ‘swapping in’. Ada beberapa alasan scheduler ini melakukan swapping, antara lain karena adanya: sebuah proses yang telah lama inactive; sebuah proses dengan prioritas rendah; proses yang sering ‘page faulting’; atau proses yang memerlukan memory yang banyak, kemudian mengembalikannya ketika memory telah mencukupi.

Short-Term Scheduler

Short-term scheduler (atau CPU scheduler) inilah yang menetukan proses apa, yang telah diletakkan di memory ready queue, yang akan di-execute berikutnya. Maka, scheduler ini jauh lebih sering membuat keputusan dibandingkan mid-term dan long-term scheduler.

Kriteria Penjadwalan

Algoritma penjadwalan CPU yang berbeda, memiliki property yang berbeda pula. Pemilihan algoritma penjadwalan harus berdasarkan pertimbangan pada property masing-masing algoritma. Karakteristik property tiap algoritma-lah yang menentukan algoritma yang mana yang terbaik dan cocok untuk suatu sistem. Kriteria-nya sebagai berikut:

A. CPU Utilization: CPU harus sesibuk mungkin;
B. Throughput: banyaknya proses yang dapat terselesaikan per suatu unit waktu;
C. Turnaround Time: durasi pemrosesan data, dimulai dari masuknya ke queue, hingga proses terselesaikan;
D. Waiting Time: durasi suatu proses menunggu dalam ready queue;
E. Response Time: durasi proses dimulai dari masuknya ke queue, hingga dihasilkannya sebuah respon.
Idealnya, suatu algoritma harus memaksimalkan penggunaan CPU, menghasilkan throughput yang banyak per waktu yang sedikit, dan memiliki durasi turnaround, waiting dan response yang pendek.

Algoritma Penjadwalan

Algoritma digunakan untuk mendistribusikan resource yang ada kepada proses yang datang secara bersamaan dan asinkron. Fungsi utama algoritma yaitu untuk meminimalisir starvation akan resources.

Beberapa jenis algoritma antara lain:

A. First In First Out: algoritma yang paling sederhana. Pada dasarnya adalah sebuah queue, proses dilaksanakan berdasarkan urutan masuk mereka kedalam queue.
B. Shortest Job First: scheduler mengatur queue agar proses dengan perkiraan durasi yang paling pendek dilaksanakan terlebih dahulu.
C. Fixed Priority Pre-emptive Scheduling: sistem operasi memberikan urutan prioritas untuk setiap proses. Suatu proses dalam queue yang memiliki prioritas rendah dapat didahului oleh proses dengan prioritas yang lebih tinggi.
D. Round-Robin Scheduling: scheduler menentukan waktu maksimum untuk suatu proses, dan melaksanakan proses-proses dalam bentuk siklus.
E. Multilevel Queue Scheduling: digunakan apabila setiap proses dalam queue dapat dengan mudah dikelompokkan dalam grup yang berbeda.

Karakteristik Algoritma

Komunikasi Antar Proses

Untuk mengatur kegiatan proses mereka perlu saling berkomunikasi. Linux mendukung berbagai mekanisme komunikasi antar proses (KAP). Sinyal dan pemipaan merupakan dua di antaranya, tapi linux juga mendukung system sistem ke lima mekanisme KAP.

Sinyal

Sinyal merupakan salah satu metode KAP tertua sistem Unix. Sinyal digunakan untuk memberitahukan kejadian yang asinkronus pada satu atau lebih proses. misalnya sinyal yang dihasilkan oleh keyboard saat ditekan oleh pemakai. Sinyal juga dapat dihasilkan oleh kondisi yang menyatakan error, misalnya saat suatu proses mencoba mengakses lokasi yang tidak pernah ada di dalam memori utama. Sinyal pun digunakan oleh shells untuk memberitahu perintah kontrol kerja kepada proses child.

Penerapan Sinyal

Linux menerapkan sinyal dengan menggunakan informasi yang disimpan dalam task_struct untuk proses tersebut. Jumlah sinyal yang didukung terbatas pada ukuran word prosesornya. Proses dengan ukuran word 32 bit dapat memiliki 32 sinyal sementara prosesor 64 bit seperti Alpha AXP dapat memiliki sampai 64 sinyal. Sinyal-sinyal yang tertunda saat ini disimpan dalam field sinyal dengan sebuah mask dari sinyal-sinyal terblokir yang disimpan di blocked. Dengan pengecualian SIGTOP dan SIGKILL, semua sinyal dapat diblokir. Bila sinyal yang diblokir digenerate, maka sinyal itu akan tetap tertahan sampai ia tidak diblokir lagi.
Linux juga menyimpan informasi tentang bagaimana setiap proses menangani sinyal-sinyal yang mungkin terjadi. Informasi ini disimpan dalam suatu array stuktur data sigaction yang ditunjuk oleh task_struct untuk setiap proses. Di antara hal-hal yang lain, informasi ini mengandung baik alamat routin yang nantinya menangani sinyal atau flag, yang memberitahu Linux bahwa proses tersebut ingin mengabaikan sinyal ini atau membiarkan kernel menanganinya. Proses tersebut memodifikasi penanganan default sinyal dengan membuat system call ,dan call ini mengubah sigaction untuk sinyal yang sesuai dan juga mask daripada blocked.
Tidak semua proses di dalam sistem dapat mengirimkan sinyal ke proses lainnya. Kernel dapat melakukannya demikian pula super users. Proses-proses biasa hanya dapat mengirim sinyal pada proses-proses yang memiliki uid dan gid yang sama atau pun pada kelompok proses yang sama. Sinyal digenerate dengan mengatur bit yang sesuai di dalam field signal task_struct. Jika proses tersebut belum memblokir sinyal dan sedang menunggu (namun dapat diinterrupt di status Interruptible), maka ia akan dibangunkan dengan mengubah statusnya ke Running dan memastikan bahwa proses ini berada pada antrian run. Dengan cara itu scheduler akan menganggapnya sebagai suatu yang akan running pada jadwal sistem berikutnya. Jika penanganan default diperlukan, maka Linux dapat mengoptimalkan penganganan sinyal tersebut. Sebagai contoh, jika sinyal SIGWINCH (fokus yang berubah dari jendela X) dan penangan default sedang digunakan, maka tidak ada yang perlu dilakukan.
Sinyal-sinyal tidak diberikan ke proses segera saat mereka digenerate. Sinyal-sinyal ini harus menunggu sampai proses tersebut berjalan kembali. Setiap kali sebuah proses keluar dari suatu system calls, field signals dan blocked dicek dan bila ada sinyal-sinyal apa pun yang tidak terblokir, sekarang sinyal-sinyal ini dapat disampaikan. Kelihatannya cara ini bukanlah cara yang dapat diandalkan, namun setiap proses di dalam sistem pasti membuat system calls, sebagai contoh, untuk menulis suatu karakter ke terminal sepanjang waktu. Proses dapat memilih untuk menunggu sinyal bila ia mau, kemudian dapat disuspend di status Interruptible sampai sinyal itu datang. Kode pemrosesan sinyal Linux melihat pada struktur sigaction untuk setiap sinyal yang saat ini belum diblokir.
Jika sebuah penangan sinyal diset ke tindakan default, maka kernel akan mengatasinya. Penangan default sinyal SIGSTOP akan mengubah status proses saat ini ke status Stopped dan selanjutnya menjalankan scheduler untuk memilih sebuah proses baru untuk berjalan. Tindakan default untuk sinyal SIGFPE akan core dump proses dan menyebabkannya keluar. Cara lainnya, proses tersebut dapat menentukan handler sinyalnya sendiri. Penangan ini merupakan suatu routine yang akan dipanggil kapan pun sinyal digenerate dan struktur sigactionnya menyimpan alamat routine ini. Kernel tersebut harus memanggil routine penangan sinyal proses tersebut dan bagaimana ini terjadi adalah kekhususan masing-masing prosesor tetapi intinya semua CPU harus berhasil mengatasi kenyataan bahwa proses saat ini sedang berjalan di mode kernel dan mengembalikan proses yang tadi memanggil kernel atau system routine di mode user. Masalah ini terpecahkan dengan memanipulasi stack dan register daripada proses tersebut. Program counter dari proses diset ke alamat sinyalnya, yang menangani routine, dan parameter-parameter ke routine dimasukkan ke frame callnya atau dilewatkan di register. Ketika proses tersebut menerima operasi, proses ini terlihat seolah-olah routine penangan sinyalnya dipanggil secara normal.
Linux bersifat POSIX compatible dan oleh karena itu prosesnya dapat menentukan sinyal-sinyal mana yang diblokir saat routine tertentu penangan sinyal dipanggil. Hal ini berarti mengubah mask blocked tersebut selama pemanggilan penangan sinyal proses-proses tersebut. mask blocked harus dikembalikan ke nilai aslinya ketika routine penangan routine tersebut telah selesai. Oleh karena itu Linux menambahkan suatu call pada sebuah routine perapih yang akan mengembalikan mask asli daripada blocked ke dalam stack call dari proses yang disinyal. Linux juga mengoptimalkan kasus di mana beberapa routine penangan sinyal perlu dipanggil dengan stacking routine-routine ini sehingga setiap saat sebuah routine penangan ada, routine penangan berikutnya dipanggil sampai routine perapih dipanggil.

Pipa

Semua shells Linux yang biasa, membolehkan redirection. Sebagai contoh
$ ls | pr | lpr
memipakan output dari perintah ls, yang melist file yang ada di dalam direktori, sampai standar input dari perintah pr yang mempaginasi file tersebut. Pada akhirnya standard output dari perintah pr dipipakan ke standar input dari perintah lpr yang mencetak hasil-hasilnya ke printer default. Pipa-pipa berikutnya adalah unidirectional byte streams yang menghubungkan standard output dari suatu proses ke standar input dari proses lainnya. Proses tidak peduli terhadap redirection ini dan berperilaku seolah-olah ia berjalan normal saja. Adalah shell yang membangun pipa-pipa yang bersifat sementara ini di antara dua proses tersebut.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Web Hosting